Dies
Natalis ke-57 STT Aletheia telah usai diselenggarakan. Dies Natalis sekaligus
peringatan hari raya Imlek tahun ini diadakan secara hybrid pada hari Selasa,
24 Februari 2026, pkl. 11.00 WIB bertepatan dengan Ibadah Chapel yang rutin
diadakan Setiap hari Selasa.
Agenda
penting yang dihadiri oleh perwakilan dari Departemen Pendidikan Theologia
Sinode GKT, Dosen, dan seluruh mahasiswa ini dipimpin oleh Sdri. Ira Helma P.
sebagai liturgos dan Pdt. Dr. Mariani Febriana, Th.M. sebagai penyampai
renungan.
Pdt. Dr.
Mariani dalam khotbahnya yang diberi tema “Menolak Diam dalam Luka Kekerasan”
diambil dari nats Alkitab yaitu dari 2 Samuel 13:1-22 menggarisbawahi bahwa
di dalam menghadapi kasus pelecehan seksual secara pastoral, hendaknya gereja
memberikan pendampingan kepada korban secara psikis dan memberikan solusi
bantuan hukum jika diperlukan. Peristiwa Amnon dan Tamar dalam nats tersebut
menjadi gambaran bahwa kekerasan seksual sangat mungkin bisa terjadi di segala
lapisan masyarakat termasuk di kalangan istana raja Daud.
Perayaan
Dies Natalis yang dipusatkan di ruang Betlehem diisi dengan tiup lilin dan doa
syukur yang dipimpin oleh Pdt. Yunus Sutandio, M.C.M. dan ditutup dengan ramah
tamah bersama oleh seluruh civitas academica beserta tamu undangan.
Dalam
kesempatan itu, juga ada pengumuman juara pembuatan video kreasi mahasiswa tentang
STT Aletheia dan Dies Natalis ke-57 STT Aletheia dan pemberian angpao juara
bagi pemenang dengan urutan sebagai berikut:
- Juara 1:
Tingkat 3, dengan total nilai 885
- Juara 2:
Tingkat 1, dengan total nilai 775
- Juara 3:
Tingkat 4, dengan total nilai 760
- Juara 4:
Tingkat 2, dengan total nilai 647
Happy
Anniversary ke-57 STT Aletheia
Salam
Aletheia, Salam Kebenaran dalam Yesus Kristus, Jaya….Jaya…..Jaya…..
Posted on 25 February 2026
Pada hari Kamis, 29 Januari 2026, pkl. 19.00 WIB telah diadakan acara Malam
Kesaksian I Tingkat 4 di Auditorium Sola Gratia. Tema Malam kesaksian dari
mahasiswa tingkat 4 angkatan masuk 2022/2023 adalah menceritakan bagaimana mereka Leaving
Comfort Following The Call di
dalam proses panggilan mereka dan menjawab panggilan untuk menjadi hamba Tuhan
selama 4 tahun dipersiapkan di STT Aletheia.
Malam Kesaksian yang dipimpin oleh saudara Vania Clarisa Fanggi dihadiri oleh seluruh mahasiswa
dan 5 orang dosen.
Mahasiswa tingkat 4 yang bersaksi kali ini adalah Sdr. Jeffry Ludwig Lesnussa, Sdri. Ira Helma Paidjo, Sdri. Vincentia Febriany, Sdri. Yuyun Septiani, dan Sdr. Arlando Christian
Wiguna. Acara ini
diadakan secara hybrid sehingga
bisa diikuti on-site dan online melalui via
zoom meeting. Kegiatan ini berakhir pada jam 20.36 WIB dan mengajarkan kepada peserta bahwa kasih
dan setia Tuhan tidak akan pernah meninggalkan bahkan di saat kesusahan atau pun
masa-masa gelap sekalipun. Terpujilah nama Tuhan. Haleluya.
Posted on 06 February 2026
Sebagai salah satu
perwujudan implementasi dari penandatanganan kerja sama antara STT Aletheia
Lawang dengan Theological University of Apeldoorn (TUA) - Belanda yang telah
dilaksanakan pada hari Jumat, 17 Januari 2025 di STT Aletheia Lawang adalah
dengan diselenggarakannya Public Lecture dengan tema What About Authority in
the 21st Century?
Dalam seminar yang diselenggarakan
secara hybrid ini dan diikuti oleh 63 peserta tersebut, Prof. Dr. Maarten Jacob
Kater mengatakan bahwa otoritas bukan saja bicara tentang jabatan atau kekuasaan. Definisi dan Konsep Dasar
Otoritas berasal dari istilah Latin Auctoritas (terkait dengan augere atau meningkatkan/menumbuhkan)
dan istilah Yunani Exousia/exesti yang berarti seseorang yang memiliki
otoritas adalah mereka yang "diberi wewenang" (authorized). Otoritas
memiliki dampak memengaruhi hanya dengan keberadaannya saja, bahkan tanpa kata.
Otoritas bukan untuk menunjukkan kekuasaan, melainkan pengaruh yang
menumbuhkan. Otoritas adalah sarana berproses dari yang immaturity menjadi maturity.
Karena otoritas memiliki makna untuk memengaruhi agar ada pertumbuhan, maka
seorang pemimpin haruslah menjadi seorang hamba, bukan otoritas yang menekan
dari atas kebawah. Ini konsep yang sama seperti yang diajarkan oleh Yesus.
Kuliah Umum yang diselenggarakan
secara hybrid ini diikuti dengan antusias para pesertanya. Beberapa respons
dari peserta adalah sebagai berikut:
- Mengajarkan
saya juga untuk semakin memahami dan mendalami makna dari otoritas.
Otoritas adalah anugerah Tuhan untuk manusia, supaya tidakdisalahgunakan
tetapi membawa pribadi maupun orang menjadi berkembang dan bertumbuh.
- Memberi
insight baru tentang arti otoritas dan bagaimana cara menerapkan otoritas
yang kita punya sebagai pemberian Tuhan dengan lebih bijak
- Manfaatnya
secara pribadi, membuat saya semakin sadar bahwa otoritas bukanlah hal
yang negatif.
Kiranya melalui kegiatan-kegiatan
bersama ini, STT Aletheia makin diberkati Tuhan dan kebenaran firman Tuhan
makin dinyatakan. Soli deo gloria.
Posted on 21 January 2026