Senior Recitals Piano merupakan salah satu syarat kelulusan bagi mahasiswa/mahasiswi Prodi Sarjana Teologi Konsentrasi Musik Gereja. Kali ini, STT Aletheia telah dengan sukses menyelenggarakan kegiatan tersebut yang diikuti oleh dua orang mahasiswi, yaitu Sdri. Gloria Adeline Sengkey dan Sdri. Aileen Janice Wijaya. Keduanya merupakan anak asuh dari Ibu Lientjie Indahwati Njoto, M.Min yang terus memberikan dorongan dan semangat dalam menampilkan musik piano klasik dalam tajuk acara Senior Recitals Piano 2024: Our Live Are Profound Alleluias.
Senior Recitals ini selain dihadiri oleh beberapa dosen dan seluruh mahasiswa/mahasiswi STT Aletheia, juga dihadiri oleh keluarga masing-masing resitalis. Dan kegiatan yang diselenggarakan pada hari Kamis, 16 Mei 2024, pkl. 19.15 wib berjalan dengan lancar dipimpin oleh Sdr. Joveren Junior dan dibuka dengan doa pembukaan oleh Bpk. Ev. Tjiauw Thuan Alias Hali, Ph.D. selaku Waket Akademik dan dilanjutkan dengan kata sambutan oleh Bpk. Pdt. Yunus Sutandio, M.C.M. selaku Koordinator Prodi Sarjana Teologi Konsentrasi Musik Gereja.
Berikut adalah daftar lagu yang ditampilkan oleh kedua resitalis:
Gloria Adeline Sengkey
• Jester’s Jig karya Chee-Hwa Tan (1965)
• Wind In The Willows karya Bernadette Marmion (1938)
• Philomela karya Dorothy Pilling (1910-1998)
• A Distant Star In The Stillness karya David A. T. Onac (1984)
• La Priere D’une Vierge karya T. Badarzewska
Aileen Janice Wijaya
• Prelude and Fugue in Bb, BWV 866 karya J.S. Bach (1685-1750)
• Juin: Barcarolle (No. 6 from Les saisons, Op. 37b) karya P.I. Tchaikovsky (1840-1893)
• Dance in Bulgarian Rhythm No. 6 (No. 153 from Mikrokosmos) karya Béla Bartók (1881-1945)
• How Great Thou Art karya Carl Gustav Boberg (1859-1940) yang diaransemen oleh Bruce Greer (1961- )
Kiranya melalui penampilan kedua mahasiswi ini dalam Senior Recitals 2024 merupakan salah satu bentuk pujian bagi Tuhan Yesus. Amin. Soli Deo Gloria.
Video Senior Recitals dapat dilihat kembali di kanal youtube STT Aletheia di sini
Posted on 17 May 2024
Journey of Resilience: Membangun Diri Kembali merupakan
sebuah tema perayaan paskah yang diambil dari Kitab Mazmur 124:1-8. Melihat
dari fenomena sosial yang kerap terjadi dalam dunia yang semakin maju membuat
manusia semakin pandai dan kritis, tapi di sisi lain yang terjadi adalah
kesehatan mentalnya menjadi lemah. Perkembangan dunia yang seperti sekarang
bisa menjadi pisau bermata dua yang dapat membawa hal-hal baik sekaligus dapat
mencelakakan bagi individu yang tidak dengan hati-hati memanfaatkannya yang
akhirnya menimbulkan depresi dan tindakan-tindakan destruktif yang merugikan
dirinya dan orang-orang di sekitarnya. Maka dari itu, Ibadah Paskah ini
bertujuan mendorong jemaat untuk dapat menghadapi tantangan-tantangan ketika
menjalani kehidupan dan terhindar dari perilaku-perilaku destruktif yang dapat
merugikan dirinya dan lingkungan sosial.
Ibadah Paskah yang dikemas dengan apik oleh Sdr. Joveren
Junior (NIM: 03.062.20) tersebut merupakan salah satu bentuk tugas akhir
mahasiswa prodi sarjana teologi konsentrasi musik gereja yang diselenggarakan
pada hari Kamis, 02 Mei 2024, pkl. 19.00 wib di auditorium sola gratia STT
Aletheia.
Journey of Resilience merupakan salah satu tugas akhir dalam
bentuk worship project yang telah diseminarkan pada 15 April 2024 dihadapan
para dosen penguji dan wajib diresitalkan di hadapan publik sebagai wujud dari
sebuah karya seni musik. Kegiatan ini dihadiri oleh dosen, mahasiswa, dan tamu
undangan yang sangat antusias mengikuti kegiatan hingga selesai dan merasakan
bahwa kuasa Tuhan dinyatakan dalam rangkaian ibadah paskah ini. Soli deo
gloria.
Posted on 07 May 2024
Mengutip dari laman WEC Indonesia bahwa dari sejak awal didirikannya,
WEC telah berkonsentrasi pada pelayanan pekabaran Injil secara langsung dan
kemudian membangun gereja-gereja pribumi yang mandiri dan misioner. Pelayanan-pelayanan
khusus, seperti pelayanan medis, pendidikan, dan program-program pengembangan
masyarakat dilaksanakan dalam kerangka untuk mendukung tercapainya tujuan
utama, yaitu pemberitaan Injil Yesus Kristus.
Berangkat dari akar historis
tersebut maka bentuk pelayanan WEC International dapat dijabarkan sebagai
berikut:
1. Pelayanan penanaman gereja
(Church planting ministry)
2. Pelayanan holistik (Holistic
ministry)
3. Membangun Visi untuk Misi sedunia
(Mission mobilisation ministry)
Maksud utama pelayanan ini adalah
mengerakkan orang-orang Kristen dari berbagai denominasi gereja dalam satu
bangsa untuk terlibat dalam memenuhi Amanat Agung Yesus Kristus, dengan memberi
visi untuk misi sedunia.
Untuk itu WEC membentuk
persekutuan-persekutuan doa misi, mengadakan seminar-seminar misi, dan
mempresentasikan pelayanan-pelayanan dari ladang-ladang misi. Tujuannya adalah
supaya gereja-gereja lokal atau orang-orang Kristen bersama-sama WEC terlibat
dalam misi sedunia terutama kepada kelompok-kelompok masyarakat yang belum
pernah terjangkau.
Melihat kemiripan tujuan visi dan
misi WEC Indonesia di atas, maka STT Aletheia sangat antusias untuk mengadakan
perjanjian kerja sama (MoU) dalam bidang seminar misi yang akan diadakan ke
depannya. Penandatanganan MoU dilakukan pada hari Jumat, 03 Mei 2024, pkl.
08.30 wib - selesai di STT Aletheia dengan dihadiri oleh Pdt. Nimrot
Rajagukguk, Ph.D. (wakil dari Sending WEC Indonesia) dan Pdt. Amos Winarto,
Ph.D. (wakil dari STT Aletheia) beserta seluruh dosen STT Aletheia. Kiranya
melalui kerja sama yang terjalin, dapat memberikan keuntungan bagi kedua belah
pihak dan nama Tuhan makin dikenal dan dipermuliakan. Soli deo gloria.
Posted on 03 May 2024