Salah satu tugas orang Kristen
adalah memberitakan Injil. Tugas itu berakar pada amanat agung dari Yesus
Kristus. Amanat agung itu tidak hanya diberikan kepada para pemimpin gereja
(pendeta) saja untuk melakukannya tetapi juga kepada seluruh orang percaya. Dan
upaya mengabarkan Injil kepada orang-orang Jawa telah dilakukan cukup lama. Di
dalam upaya itu, berbagai pendekatan dan metode telah dipakai. Di antaranya
adalah dengan pendekatan budaya, melalui penggunaan unsur-unsur tertentu dari
kebudayaan Jawa. Salah satu yang cukup baru ialah penggunaan Wayang Wahyu.
Wayang Wahyu diciptakan pada tahun 1960 oleh seorang Bruder Katolik dan telah
dipakai sejak waktu itu untuk menyampaikan pesan Injil Yesus Kristus secara
kontekstual kepada orang-orang Jawa. Dari hasil kajian penelitian yang menggunakan
metodologi dengan metode kualitatif dengan studi literatur dan wawancara bersama
dosen dan mahasiswa yang diwujudkan dalam naskah Skripsi ini, ditemukan bahwa Wayang
Wahyu adalah salah satu sarana penginjilan yang dapat digunakan dalam komunitas
orang Jawa.
Seminar Teologi online yang bertema Meninjau Derajat Kontekstualisasi Wayang Wahyu Dalam Kebudayaan Jawa ini diselenggarakan
oleh Prodi Sarjana Teologi pada hari Jumat, 15 Maret 2024, pkl. 13.00 - 14.00
wib yang dimoderatori oleh Sdr. Maikel Eden Killa dan diikuti oleh 95
peserta dari kalangan
akademisi, mahasiswa, dan jemaat umum. Peserta terlihat sangat
antusias terutama ketika diadakan sesi diskusi terhadap masalah yang diangkat
pembicara.
Pdt. Yunus sebagai Dosen Pembimbing dan Sdr. Whisma sebagai
pembicara dalam Seminar Teologi ini terlihat sangat menguasai bahan seminar
dan mampu menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh peserta. Ditambah lagi dengan pemaparan tentang kontekstualitas budaya dalam
penyebaran Injil di Indonesia serta beberapa tambahan penjelasan dari Pdt.
Markus Dominggus, DSA. membuat peserta menjadi makin memahami konteks budaya yang
bisa menjadi jalan masuk penginjilan kepada suku-suku bangsa di Indonesia.
Beberapa masukan dari peserta
setelah mengikuti seminar teologis ini antara lain
agar diadakan seminar yang berkelanjutan terkait dengan topik-topik seperti ini,
agar tetap eksis untuk mengangkat topik-topik seperti ini, dan juga menambahkan
materi yang membahas budaya daerah dan penginjilan seperti ini di suku-suku
lainnya.
Kiranya seminar teologi semacam ini makin membuat nama Tuhan dipermuliakan oleh kebenaran
Alkitab. Tuhan Yesus memberkati.
Posted on 18 March 2024
Sie Rohani SeMa
STT Aletheia Lawang kembali mengadakan Malam Kesaksian bagi lima mahasiswa
tingkat akhir yaitu Sdri. Raygita
Sestu Lianti, Sdri. Elhana Isyah Lolo, Sdri. Adinda Natalia Chrystanti, Sdr. Jovan
Revando Huidinata, dan Sdr. Victor Angelino Hartadi. Malam Kesaksian yang dipimpin
oleh Sdr. Vicharisto Diliano Siahaan ini diadakan secara hybrid di Auditorium
Sola Gratia (off line) dan Zoom meeting (on-line) pada hari
Kamis, 07 Maret 2024, pkl. 19.00 wib dihadiri oleh seluruh mahasiswa dan
beberapa dosen dengan tema Walking in God’s Calling.
Tema yang diangkat merupakan satu langkah yang penting
dalam mengikuti panggilan Tuhan untuk dipersiapkan menjadi hamba Tuhan penuh
waktu. Sepanjang mengikuti Tuhan, mereka merasakan penyertaan dan pertolongan
Tuhan baik dalam hal studi maupun di luar studi termasuk dalam masa praktik dua
bulan ke gereja-gereja.
Seperti
biasa, di akhir sesi Malam Kesaksian, ada doa khusus untuk mereka yang sedang
bersaksi khususnya dan bagi mahasiswa seluruhnya yang dipimpin oleh Pdt. Ali
Salim, Th.M. sebagai Waket Kemahasiswaan STT Aletheia Lawang. Kiranya melalui
kegiatan ini, baik yang memberikan kesaksian maupun yang menyaksikannya
diberkati oleh Tuhan. Soli Deo Gloria.
Posted on 18 March 2024
Sebagai salah satu momen untuk saling bersosialisasi dan memberikan
dorongan serta pemecahan beberapa masalah yang dialami mahasiswa selama studi, Program
Studi Pasca Sarjana Magister Teologi telah mengadakan Persekutuan Mahasiswa
yang dipimpin oleh Pdt. Sia kok Sin, D.Th. Persekutuan Mahasiswa yang dihadiri
oleh 20 peserta juga dihadiri oleh Wakil Ketua Akademik, Ev. Tjiauw Thuan Alias
Hali, Ph.D. dimulai dengan doa pembuka oleh Pdt. Sia Kok Sin dan dilanjutkan dengan
renungan singkat yang diambil dari kitab Pengkhotbah 7:8a, “Akhir suatu hal
lebih baik dari pada awalnya”.
Bertolak dari nats tersebut, Pdt. Sia menceritakan bahwa lika-liku studi
di Prodi S-2 itu cukup unik dan mengisahkan contoh-contoh perjuangan beberapa
mahasiswa (sebelum ada pandemi dan kuliah online) yang harus menempuh
perjalanan yang jauh untuk mengikuti kuliah secara offline. Saling memberikan
semangat saat di kelas dan saling memberikan bantuan jika ada kesulitan antar
mahasiswa bahkan ada sesi makan bersama di luar kampus menjadi bukti dan daya tarik
bahwa sistem perkuliahan di prodi S-2 lebih humanis dan kekeluargaannya kental
sekali. Bahkan ada yang kemudian sakit dan meninggal dunia juga menjadi
renungan serius bahwa prodi S-2 Aletheia dapat dianggap sebagai keluarga besar
antara dosen dan mahasiswa karena kedekatan-kedekatan emosional tanpa
mengurangi unsur studi yang harus ditempuh.
Persekutuan Mahasiswa Prodi Magister Teologi ini diadakan secara online pada
hari Jumat, 15 Maret 2024, pkl. 09.00 wib – selesai. salah satu topik yang
dibicarakan adalah progress dari mahasiswa terkait studinya dan pemberitahuan
kuliah offline bagi mahasiswa dari Sinode ONKP di bulan Februari 2025 serta
perubahan kurikulum untuk mahasiswa Angkatan 2025-2026.
Kiranya melalui persekutuan yang direncanakan diadakan setiap bulan,
permasalahan mahasiswa dapat dibicarakan bersama dan menjadi ruang untuk berinteraksi
antar mahasiswa yang berbeda latar belakang budaya dan asalnya. Soli Deo
Gloria.
Posted on 15 March 2024