Ibadah Penutupan
Semester Genap 2020/2021 STT Aletheia telah diadakan pada hari Senin, 31 Mei
2021 bertempat di Auditorium Sola Gratia, pkl. 10.00 wib – selesai. Ibadah kali
ini juga akan diadakan Prosesi Pengutusan bagi mahasiswa praktik satu tahun
yang akan dipimpin oleh Pdt. Amos Winarto, Ph.D. selaku Wakil Ketua III Bidang
Kemahasiswaan STT Aletheia.
Ibadah Penutupan
Semester dipimpin oleh Ev. Liu Wisda, Th.M. (Ketua Prodi S.Th.) yang
dilaksanakan secara daring dan luring. Acara ibadah dihadiri oleh seluruh dosen
dan mahasiswa STT Aletheia termasuk mahasiswa S-2 yang masih menyelenggarakan
pertemuan kelas secara daring karena pandemi covid-19.
Bertugas sebagai
penyampai firman Tuhan adalah Pdt. Alfius areng Mutak, Ed.D. yang mengangkat
tema To be a Fine Servant of Christ (1 Timotius 4:6-8; 2 Timotius 1:5 ; 3:15). Dalam
renungannya, Pdt. Areng mengatakan bahwa seorang hamba Tuhan yang baik harus
mempunyai ciri sebagai berikut:
- 1. Memahami Kitab Suci dengan baik ( 2 Timotius
3:15)
- 2. Terdidik dalam soal-soal Iman (1
Timotius 4:6)
- 3. Terlatih dalam hal-hal spiritual (1
Timotius 4:7b)
Membangun
kedekatan dengan Tuhan atau membangun relasi dengan Tuhan dimulai dari Saat
Teduh yang secara konsisten wajib dilakukan oleh seorang hamba Tuhan. Dengan
demikian, kita menjadi hamba Tuhan yang terlatih, yang disiplin spiritualnya
sudah menjadi gaya hidupnya sehari-hari (way
of life).
Di tengah acara juga diadakan acara Pengutusan Bagi Mahasiswa Praktik Satu Tahun yang dipimpin oleh Pdt. Amos Winarto, Ph.D. selaku Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STT Aletheia Lawang. Daftar mahasiswa praktik pelayanan 1 tahun periode 1 Juli 2021 s/d 30 Juni 2022 dapat diakses di sini. Juga diumumkan oleh Bpk. Brury Eko Saputra, Th.M. (Wakil Ketua II Bidang Akademik) tentang Mahasiswa Teladan yang tahun ini diperoleh Sdr. Sudarsono dan Sdri. Santi.
Dalam acara
Ibadah Penutupan Semester ini juga, Pdt. Suwanton (wakil dari Sinode GKT)
memberikan pesan khusus bagi mahasiswa yang akan praktik pelayanan agar
senantiasa menjalankan kebiasaan rohani yang baik yang telah terbentuk sebagai
seorang hamba Tuhan di STT Aletheia selama ini.
Selamat melayani
dan belajar secara praktik di tempat pelayanan. Soli Deo Gloria.
Posted on 02 June 2021
Pada tanggal 31
Mei 2021 STT Aletheia juga mengadakan acara pengarahan bagi mahasiswa semester
8 (tingkat IV) yang akan praktik pelayanan satu tahun yang menghadirkan:
- 1. Pdt. Amos Winarto, Ph.D. (Wakil Ketua III
Bidang Kemahasiswaan)
- 2. Ev. Liu Wisda, Th.M. (Ketua Prodi S.Th.)
- 3. Ev. Yunus Sutandio, M.C.M. (Koordinator S.Th.
Konsentrasi Musik Gereja)
- 4. Pdt. Marthen Nainupu , M.Th. (Dosen
Pastoral)
Pengarahan ini
dipandang perlu agar memberikan bekal secara moril kepada mahasiswa yang akan
praktik lapangan selama satu tahun di gereja-gereja yang telah ditetapkan. Juga
dibahas tentang Pedoman Praktik Mahasiswa dan tugas mahasiswa yang harus
membuat evaluasi pelayanan setiap bulan dan konsultasi dengan dosen pembimbing
praktik satu tahun. Dan poin penting dari pengarahan ini adalah Praktik
Pelayanan = belajar secara praktik/riil, Praktik Pelayanan = pelayanan kepada
jemaat, dan Praktik Pelayanan = promosi untuk kampus dan pribadi. Jadi
diharapkan mahasiswa di tempat praktik nantinya tidak kebingungan dan merasa
sendirian karena masih ada mentoring dosen pembimbing dan rekan-rekan mahasiswa
yang siap membantu. Selamat melayani.
Posted on 02 June 2021
Khusus bagi mahasiswa
semester 8 atau tingkat IV yang telah menyelesaikan ujian Skripsi, STT Aletheia
pada tanggal 29 Mei 2021 melalui Humas-nya, yaitu Pdt. Linnus Baito, M.Th. beserta ibu memberikan pembinaan
sebelum rekan-rekan mahasiswa berangkat menuju tempat praktik pelayanan masing-masing
dalam acara Bincang Santai. Dalam acara tersebut, Pdt. Linus memberikan 3 hal
yang penting sebagai bekal praktik pelayanan, yaitu: Culture, Custom, dan Communication.
Dan ketiga hal ini harus dilakukan secara konsisten agar nama baik Tuhan, nama
baik Almamater STT Aletheia, nama baik gereja, dan nama baik mahasiswa (diri
sendiri) dapat tetap terjaga dalam membina relasi dengan rekan kerja, dengan
jemaat di tempat pelayanan, dengan mentor (Gembala Sidang), dan dengan siapa pun
selama di ladang pelayanan. Mahasiswa yang akan berangkat praktik lapangan
diwajibkan mampu memperhatikan konteks dan kebiasaan yang ada di tempat
pelayanan masing-masing agar tercipta hubungan yang kondusif selama tugas
praktik pelayanan. Kiranya Tuhan senantiasa memberikan perlindungan dan
kekuatan bagi rekan-rekan yang melayani. Soli Deo Gloria.
Posted on 02 June 2021