STT Aletheia mengutus 3 mahasiswa yaitu Sdr. Sudarsono, Sdri. Debora Sinaga, dan Sdr. Christo Antusias Davarto Siahaan untuk mengikuti Konsultasi Nasional Mahasiswa Teologi (KNMTI) Persetia yang telah diadakan pada tanggal 09-11 November 2020 melalui aplikasi Zoom Meeting dengan tema Gereja Milenial: Prospek dan Tantangan.
Dalam KNMTI 2020 tersebut, salah satu mahasiswa, yaitu Sdr. Christo Antusias Davarto Siahaan berhasil menjadi salah satu juara dalam lomba karya tulis menulis makalah dengan tema yang sama. Tentu saja ini adalah hal yang membanggakan karena ternyata mahasiswa STT Aletheia mampu dan dapat bersaing dengan lebih dari 170 mahasiswa dari 50 STT/Fakultas Kristen anggota Persetia.
Posted on 24 December 2020
Pada hari Kamis, tanggal 12 November 2020 di Auditorium Sola Gratia STT Aletheia, Prodi Sarjana Teologi Konsentrasi Musik Gereja telah mengadakan Resital Piano dan Vokal dengan tema Our Highest Praise. Resital Piano dan Vokal merupakan penampilan wajib mahasiswa mayor piano dan mayor vokal Prodi S.Th. Musik Gereja sebagai salah satu persyaratan kelulusan yang sebenarnya jadwalnya di semester lalu, akan tetapi karena pandemi Covid-19, jadwal resital diubah menjadi bulan November 2020. Khusus untuk resital tahun ini, acara diselenggarakan secara hybird dan bisa secara disaksikan secara langsung di Channel Youtube STT Aletheia.
Resital diikuti oleh 4 mahasiswa Prodi Sarjana Teologi Konsentrasi Musik Gereja, yaitu: Cynthia Shaniaviera Tanaya (Piano), Yosep Yonatha (Vokal-Bariton), Terryus Wijaya (Piano), dan Sionarita Hana Lithia (Vokal-Soprano). Keempat mahasiswa tersebut membawakan ulang karya maestro musik klasik zaman dulu seperti John Bacchus Dykes, Friedrich Kuhlau, Friedrich Burgmüller, L. Van Beethoven, Catherine Rollin, dan lain-lain.
Posted on 24 December 2020
Pada tanggal 22 Oktober 2020, STT Aletheia telah mengadakan Diskusi Teologi dengan tema Science of Sin dengan pembicara Ev. Ali Salim, S.E., M.T.S. Diskusi teologi ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Aletheia secara daring bagi mahasiswa yang tinggal di luar kampus dan secara langsung di Auditorium Sola Gratia bagi mahasiswa yang tingal di dalam asrama kampus. Hal ini dilakukan karena saat ini masih dalam suasana pandemi covid-19.
Ev. Ali Salim memulai sesi dengan pemutaran film pendek dengan judul yang sama yaitu Science of Sin. Melalui film tersebut dapat digarisbawahi bahwa manusia terlahir dengan kelemahan DNA dosa di dalamnya. Dan jelas menolak beberapa pandangan dari beberapa ahli Alkitab zaman dulu seperti John Locke dengan konsep Tabula Rasa, pandangan kaum Armenia dan Calvinis tentang Pelagianism, dan lain-lain.
Khusus dalam pandangan konsep Tabula Rasa, Ev. Ali Salim menjelaskan bahwa manusia dilahirkan berupa “kertas kosong” dan menuding bahwa pengalamanlah yang berpengaruh dalam kepribadian, perilaku sosial, dan emosional, dan kecerdasan manusia. Dan ini jelas bertentangan dengan nature manusia yang telah rusak karena kejatuhan Adam yang diturunkan kepada keturunannya.
Dalam sesi tanya jawab, Ev. Ali Salim memberikan beberapa pertanyaan untuk didiskusikan, antara lain:
- Doktrin apa saja yang di-confirm dan ditolak dari Science of Sin?
- Kalau manusia dilahirkan berdosa, maka kalau manusia berdosa adalah kesalahan Tuhan yang telah menciptakan manusia. Setujukah anda?
- Apakah Science of Sin membenarkan kita untuk hidup dalam dosa?
Melalui diskusi teologi ini diharapkan peserta diskusi menjadi terbuka wawasannya tentang pandangan-pandangan yang salah dari tokoh-tokoh zaman dulu dan sekaligus memberikan pandangan baru tentang Science of Sin yang sesuai kebenaran Alkitab.
Tujuan kedua dalah untuk memberikan pemahaman bahwa Kristus telah menebus kita dari “Dosa Asal” dan memberikan kepada kita kemampuan kontrol terhadap kuasa dosa. Puji Tuhan.
Posted on 24 December 2020